Dedaunan Bisa Sembuhkan Hepatitis

Tim peneliti dari Unair mengombinasikan daun sambiloto, meniran, dan daun urat untuk sembuhkan penyakit hepatitis. Terobosan baru teknologi farmasi?

WALAUPUN belum setingkat peraih Hadiah Nobel, penelitian yang dilakukan para dokter Indonesia untuk mendapatkan obat penyembuh penyakit bukan tidak ada. Salah satunya adalah yang dilakukan Dr. Wahyu Djatmiko, Kepala Laboratorium Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair), Surabaya: Bersama timnya yang beranggotakan sepuluh orang, Wahyu diduga menemukan obat baru untuk menyembuhkan penyakit hepatitis.

Obat temuan Wahyu Djatmiko itu berasal dari tumbuh-tumbuhan yang diraciknya dari tiga jenis daun: sambiloto (andrograpis paniculata), meniran (phulanthes niruri), dan daun urat (plantago asiatica l.). Pengujian keampuhan obat baru itu dilakukan dalam dua tahap. Pertama: uji praklinik yang dilakukan pada hewan. Kemudian: uji klinik kedua dilakukan pada manusia. Obat itu sudah diujicobakan terhadap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo, Surabaya, dan klinik-klinik di sekitarnya. “Hasilnya untuk sementara memuaskan. Hasil uji coba pada hewan positif. Namun, untuk membuktikan virusnya hilang 100 persen pada manusia masih perlu dibuktikan satu tahun kemudian,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, timnya melakukan pendekatan literatur, selain survei ke lapangan. Pada tahap awal dipilih 30 jenis daun yang diduga bisa dijadikan bahan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit hepatitis. “Kemudian, melalui berbagai literatur dan menggali lewat buku-buku dan pendekatan etnomedis serta survei lapangan yang berlangsung sampai tiga bulan-ke Flores, Sulawesi, dan Kalimantan-kami menyimpulkan yang paling prospektif bisa menyembuhkan penyakit hepatitis ada pada tiga daun itu,” ujar Wahyu kepada D&R di Surabaya, akhir pekan lalu.

Lain, dari tumbuhan yang didapat itu dilakukan penapisan. “Apakah betul-betul berkhasiat? Caranya, dengan melihat parameter penapisan, SGOT/SGTT. Uji coba dilakukan terhadap hewan tikus. Dalam penelitian itu, SGOT/SGTT ketiga daun tersebut menurun. Artinya, ketiga daun tadi lolos dalam tes dan dianggap lebih prospektif dibandingkan daun jenis lain,” kata Wahyu lagi.

Setelah itu, ketiga daun tersebut diuji di laboratorium melalui tahap-tahap ekstraksi (dibutuhkan satu minggu), penguapan (dua minggu), dan pemisahan senyawa. Proses pemisahan senyawa dilakukan lebih lama karena untuk mencari pelarut yang cocok di perlukan waktu yang lebih panjang. Itu bisa memakan waktu enam bulan. Kemudian. yang terakhir adalah uji khasiat, yang bisa memakan waktu satu tahun.

Hepatitis G

Mengapa hepatitis? “Penyakit ini sangat populer dan belum ada obatnya serta berbahaya. Kalau dibiarkan, penyakit ini bisa berubah menjadi kanker. Di samping itu, jumlah penderita penyakit ini cukup besar. Mungkin, orang yang terkena hepatitis di Indonesia mencapai 10 juta,” Wahyu menjelaskan.

Selain itu, katanya, virus penyakit hepatitis sudah mencapai ke tingkat G. Jadi, hepatitis itu kini mulai dari hepatitis A, B, C, D, E. F, dan sudah sampai ke hepatitis G.

Kalau hepatitis A, dalam satu bulan, bisa sembuh dengan hanya melakukan diet, seperti cukup istirahat, makan gula yang bagus, dan makan protein yang tinggi. Namun, kalau sudah sampai ke hepatitis B, bila dibiarkan, penderitanya bisa terkena kanker hati. “Tapi, sebenarnya ada yang lebih jahat, yaitu hepatitis C, karena kecenderungan untuk menjadi kanker hati itu jauh lebih besar,” ujar Wahyu lagi.

Penentuan jenis virus hepatitis itu, menurut Wahyu, berdasarkan hitungan waktu. Selain A dan B, virus selebihnya masih dalam penelitian lebih lanjut. Penelitian untuk hepatitis A dan B boleh dibilang sudah tuntas.

Gejala umum mereka yang terkena penyakit itu biasanya mata jadi kuning, kencingnya cokelat, demam, suhu naik, badan lemas. Setelah berlangsung lama, lever biasanya membesar dan sakit akibat terjadinya peradangan. Untuk menyembuhkan penyakit itu biasanya dilakukan empat hal: membunuh virusnya, menyembuhkan peradangan, meningkatkan kekebalan, dan mencegah terjadinya kanker.

Selama ini, untuk pengobatan terhadap penyakit itu biasanya dilakukan dengan menggunakan obat interferon. Namun, harganya mahal. Satu paket, harganya bisa mencapai Rp 7 juta. “Dan, itu belum tentu sembuh. Kalau dihitung secara matematis, angka keberhasilannya hanya 70 persen,” kata Wahyu. Kenapa? Karena, obat modern itu ternyata tidak langsung membunuh virus. Obat itu hanya meningkatkan kekebalan tubuh. Jadi, hanya satu aspek yang disentuh.

“Yang juga perlu diingat, virus hepatitis termasuk sentra-virus, bukan virus RNA, bukan pula DNA. Virus itu tidak bisa memperbanyak sendiri seperti bakteri. Untuk memperbanyak, virus itu menempel ke sel si penderita dan membelah mengikuti pembelahan sel penderita itu,” kata staff pengajar di Fakultas Kedokteran Unair itu.

Wahyu mengaku, dalam penelitian itu untuk satu jenis tanaman dihabiskan biaya Rp 100 juta. Anggaran itu untuk untuk proses atraksi sampai tahap uji coba pada manusia. “Ini masih murah karena untuk penelitian obat-obatan modern paling tidak Rp 1 miliar per satu jenis tanaman,” katanya. Biaya penelitian itu sendiri berasal dari anggaran Unair, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi.

Muhammad Jusuf/Laporan Abdul Manan (Surabaya)

D&R, Edisi 971101-011/Hal. 46 Rubrik Kesehatan

18 Tanggapan to “Dedaunan Bisa Sembuhkan Hepatitis”

  1. Assalaamu’alaikum …

    luar biasa … apakah hasil penelitian ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat luas, mungkin dalam bentuk kapsul, racikan atau sediaan yang lain.

    Wassalaam,
    Tebet, Jakarta
    0816 184 575

  2. Iqro Husodho Berkata

    SELAMAT KEPADA UNAIR UMUMNYA
    KHUSUSNYA UNTUK Dr. Wahyu Djatmiko.
    APAKAH OBAT ITU BISA DIKONSUMSI SECARA UMUM KEPADA MASYARAKAT..
    KEBANYAKAN ORANG TERINFEKSI HEPATITIS ADALAH PARA MASYARAKAT BAWAH, YANG KEMUNGKINAN MEREKA HIDUP DENGAN KEBEBASAN DALAM ARTI KURANGNYA PENGERTIAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN., PADAHAL DARI SINILAH SEGALA MACAM VIRUS BERPRODUKSI.
    HIDUP INDONESIA…… KITA DUKUNG ILMUWAN ANAK BANGSA.

  3. Unggul Sitorus Berkata

    Selamat kepada Bpk Dr. Wahyu Djatmiko serta team. Semoga penemuan ini dapat segera di nikmati oleh semua umat manusia.

  4. sukses buat dr.djatmiko dan tim unair.saya juga sekarang berobat juga di poli obat tradisional rsud.dr.soetomo surabaya.saya dikasih resep temulawak dan meniran.hasilnya bagus dengan pertolongan TUHAN.sampe sekarang saya belum tes HBV dna lagi.saya sudah mengkonsumsi meniran dan temulawak uda ampir 6 bulan.dengan hasil sgopt/sgtt jadi normal.Puji Tuhan.
    Semoga Tuhan membuka pencerahan kepada peneliti2 indonesia di masa depan.Amen

  5. saya adalah carrier hepatitis b, hb s ag saya +, hb e ag -, sgpt dan sgot normal/rendah. apa yg harus saya perbuat. kalo ada obatnya apa? agar hb s ag saya -. trima kasih

  6. bapak apakah penyakit hepatitis b itu mematikan penderita dalam jangka waktu tertentu,apabila ingin disembuhkan apakah bisa?apakah lewat terapi atau metode tertentu bisa disembuhkan?jika bisa dimana alamat klinil bapak

  7. assalamualaikum,,,,
    salam kenal,,,gimana ya caranya saya bisa mendapatkan obat tersebut…? karna sekarang ini kebetulan saya sedang kena hepatitis,,dengan bilirubin total:7.27 SGOT:564 DAN SGPT:1944,
    untuk dibandung sendiri ada ga klinik ato obat yang bisa dapatkan,,,

    terima kasih
    Hadi: 08112201477.

  8. saya pendererita hepatitis B, pasif. saya berada di Balikpapan. Bagaimana caranya saya bisa mendapat obat tersebut. saya dari golongan ekonomi pas-pasan, tapi saya mau sembuh dan umur panjang. Bisakah ditolong bagaimnaca caranya. Terima kasih

  9. Semoga banyak ahli obat yang bersifat sosialis…
    Biar ga ada lagi yang namanya obat mahal…

  10. Saya penderita Hepatitis B, bagaimana saya bisa mendapatkan obatnya.
    terima kasih bantuannya.

  11. bagai mana cara meracik obat dari dedaunan dan berapa kali meminumnya

  12. menurut diagnosa saya mengalami hepatitis B, dan sekarang yang saya rasakan cepat lelah dan timbul nyeri di perut bagian lever. apakah bisa dibantu dengan obat yan bapak temukan. Dan dimana bisa mendapatkannya dan berkonsultasi lebih lanjut. terimakasih

    • Dok, suami saya positif hepatitis b. apakah bisa dibantu dengan obat yan bapak temukan. Dan dimana bisa mendapatkannya dan berkonsultasi lebih lanjut. terimakasih

  13. dimana saya bisa mendapatkan obat tersebut?

  14. selamat dan sukses ya, pak DR. Wahyu.Untuk memperoleh kapsulnya gimana caranya pak?saya butuh banget buat adik saya yang terinfeksi HCV.Bisakah minta no HP or email pak wahyu?tks

  15. tolong di info bagaimana mendapatkan obat ini untuk penyakit Hepatitise B.jawabannya di tunggu segera

  16. anak saya 17 th, HbsAg (+) HbeAg (terdeteksi) SGPT/SGOT normal apa obatnya? Saya SGPT 6, SGOT 18 Kenapa?

  17. CasaNova Berkata

    Semoga bsa segera dinikmakati masyarakat luas ya..
    Apakah dg obat dri daun itu bsa membuat virus hepatitis B jadi non-reaktif ya…??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: