Hari-Hari di Aceh

Coretan ini mestinya digoreskan tak lama setelah datang dari Aceh, 20 Juni 2003. Cuma, seperti biasa, rutinitas memaksa kita menentukan skala prioritas. Setibanya di Jakarta, sehari rasanya kembali seperti 24 jam lagi. Malah, saat aktifitas menumpuk, putaran jam seperti berlari.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s