Kronologi Kasus Gunawan Santosa

30 Maret 2004TEMPO Interaktif, Jakarta: Gunawan Santoso menjadi buronan polisi dan Polisi Militer TNI Angkatan Laut setelah diduga sebagai otak pembunuhan bos Direktur PT Aneka Sakti Bhakti (Asaba) Boedyharto Angsono dan anggota Kopassus Serda Edy Siyep. Pelariannya berakhir 11 September 2003 lalu. Inilah kronologinya.

19 Juli 2003
Bos Direktur PT Aneka Sakti Bhakti Boedyharto Angsono dan anggota opassus Serda Edy Siyep, ditembak sekitar pukul 06.00 WIB di depan lapangan basket Gelanggang Olahraga Sasana Krida Pluit, Jakarta Utara. Gunawan dituduh sebagai otak dibelakang kasus ini.

31 Juli 2003
Polisi Militer TNI AL menahan empat anggota Marinir terkait dengan dugaan pembunuhan Boedyharto. Keempat tersangka, yaitu Kopda (Mar) Suud Rusli, Kopda (Mar) Fidel Husni, Letda (Mar) Syam Ahmad Sanusi, dan Pratu (Mar) Santoso Subianto, merupakan pengawal pribadi Gunawan.

14 Agustus 2003
Gunawan Santosa masuk dalam daftar orang paling dicari TNI Angkatan Laut.

13 Agustus 2003
Kepala Staf TNI AL Laksamana Bernard Kent Sondakh mengungkapkan kemarahannya kepada Gunawan. “Saya ingin menyampaikan rasa marah saya kepada Saudara Gunawan Santoso, karena dari hasil pemeriksaan PM TNI AL terhadap keempat oknum tersebut, terungkap bahwa dialah otak dan perencana awal pembunuhan terhadap Dirut PT Asaba,” kata Sondakh.

11 September 2003
Gunawan tertangkap sekitar pukul 22.15 WIB di rumah indekos di Jalan Industri Raya, Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

25 September 2003
Empat tersangka Marinir, saat diperiksa Polda Metro Jaya mengakui bahwa pembunuhan itu atas pesanan Gunawan.

11 Februari 2004
Gunawan diancam hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum Andi Herman di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

30 Maret 2004
Gunawan mencoba kabur saat dibawa ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Abdul Manan – Tempo News Room

2 Tanggapan to “Kronologi Kasus Gunawan Santosa”

  1. .salut,,,
    .gunawan santosa mmg pinter,,,walopun kepinterannya digunakan untuk melancarkan aksi kriminal,,,
    .tapi buat daya pikir seukuran orang indonesia,
    .gunawan santosa patut diacungi empat jempol skaligus!

  2. siska sitanggang Says:

    bicara ttg penerapan sanksi terhadap tindak pidana yg dilakukan seseorg tidak selalu sama, walapun dengan jelas dan tegas UUD’45 mengaturnya agar diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat d indonesia. sebut saja kasus tommy soeharto yg penerapan sanksi nya tidak sesuai dgn peraturan yg berlaku.
    hidup rakyat tertindas yang melawan!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: