Apa Kabar


Sisa Yahudi di Indonesia
September 5, 1998, 10:20 pm
Filed under: Other
ORANG Surabaya yang lalu-lalang di jalan Kembang jepun acap kali tak sadar jika rumah nomar 4-6 merupakan rumah ibadah: umat Yahudi, satu-satunya di Indonesia. Tahun 1970-an, banyak orang mengenal peragawati Surabaya yang bernama Rita Aaron namun tak menyadari bahwa ia adalah salah satu orang Yahudi yang hidup dengan damai di sini. Pada awal abad ke-20, pada masa awal kedatangan mereka ke Indonesia, jumlah mereka dalam catatan pemerintah Hindia Belanda mencapai sekitar seribu keluarga. Mereka datang bersama dengan sekelompok orang Arab, yang juga sama-sama datang dari Timur Tengah, yang menyelamatkan diri dari kecamuk Perang Dunia I.

Kini, masyarakat Yahudi bisa dihitung dengan jari. Tak jelas kenapa. Yang jelas, komunitas terbesar kini tinggal di Jakarta, 85 keluarga, sementara di Surabaya tinggal lima keluarga: Kedudukan Surabaya telah tergeser bersamaan dengan tergeseraya Surabaya sebagai sentra bisnis. Namun di Kota Buaya tersisakan sebuah sinagoga yang tidak didapatkan di kota lain. Mini, sinagoga di Surabaya itu tampak kusam dan nyaris terlihat kegiatan. Setiap peribadatan hari Jumat (pukul 17.00-19.00) dan Sabtu (pukul 0.00-17.00) kelihatan tidak begitu istimewa. “Memang, kami tidak harus ke sinagoga. Umat Taurat bisa beribadah di rumahnya masing-masing,” kata penjaga Sinagoga itu; yang enggan disebut namanya.

Karena komunitas mereka yang semakin mengecil, masyarakat Yahudi di Indonesia seperti ta terpedulikan, bakan oleh umatnya sendiri. Misalnya, mereka ternyata tidak memiIiki rabi; pemimpin spiritual. Padahal, kedudukan rabi sangat penting. Baik daiam memimpin acara perkawinan, kematian, kebaktian, hingga pengajaran bawa Ibrani, yang menjadi bahasa resmi Taurat. Hanya, jika diperlukan, mereka mendatangkan rabi dari Australia atau dari Amerika Serikat. Misalnya upacara yang kippur, (peringatan: tahunan atas Pertolongan Tuhan kepada umat Yahudi di masa Musa).

Mungkin, itu pula yang menjadi salah satu penyebab merosotnya jumlah komunitas Yahudi. Fanatisme Yahudi yang biasanya terpelihara ikut luntur melalui perkawinan antar agama atau pengubahan agama. Di samping itu juga, kondisi politis, khususnya peristiwa Timur. Tengah, membuat kasus Yahudi di Indonesia sendiri ikut-ikutan terkena. Padahal, tidak semua Yahudi setuju dengan zionisme-Theodore Hezl yang kemudian melahirkan Israel itu. Itu pun mengena pada pelayanan pemerintah terhadap mereka. “Ini saya kira kesalahan pemimpin-pemimpin kami terdahulu, yang lalai mendaftarkan diri,”kata Saul Abraham, Wakil Ketua Komunitas Yahudi di Indonesia. Seingat dia; kala itu diadakan pendataan agama-agama namun diabaikan pemimpin mereka. Padahal, kepada Belanda; mereka telah menikmati perlakuan yang sama baiknya dengan agama lain. Misalnya mereka bisa mendapatkan pemakaman umum di Kembangkuning, Surabaya. “Kelalaian ini yang membuat agama Yahudi tak diakui secara resmi di sini,” ujarnya.

Karena itu; kini Saul akan berusaha keras secara administratif untuk bisa diakui keberadaan mereka. “Kami tak jauh beda dengan Islam. Kami sama-sama bertuhan satu, dikhitan, tidak memakan babi. Nabi-nabi kami pun, diakui dalam Islam kata Saul.

M.H./Laporan Titi A.S. (Jakarta) dan Abdul Manan (Surabaya)

D&R, Edisi 980905-003/Hal. 47 Rubrik Agama


180 Comments so far
Leave a comment

Hello Pak,
Saya sangat tertarik tentang komunitas yahudi di Indonesia, mohon alamat email diberikan ke saya, karena saya sendang memperdalam agama yahudi.

Best Regards.

Comment by Ratna December 5, 2006 @ 8:07 am

Hello Pak,
saya sangat tertarik dengan komunitas yahudi di Indonesia khususnya di Jakarta,bisa minta alamat websitenya pak, terimakasih

Comment by sanur February 7, 2007 @ 6:23 pm

Hello Sir,
Welcome My Brother …………………. masa yang di nantikan telah tiba, dunia ada di tangan …………..

Comment by sanur March 2, 2007 @ 7:42 am

Shalom……

Ibu saya adalah seorang keturunan Ibrani-Muslim, Ibu saya kelahiran 1958 dari Solo, saya hanya ingin menelusuri rangkaian keturunan saya dan keinginan untuk bertemu dengan sudara-saudara yang lainnya…..

Comment by Zarkhayef April 25, 2007 @ 8:02 am

Boleh minta webiste-nya dan informasi ttg warga yahudi di Jakarta? thanks!!!

Comment by kia April 28, 2007 @ 8:16 pm

Halo, saya ingin berkenalan dengan orang yahudi Indonesia. Siapa saja orang Yahudi bisa kenalan dengan saya. Bisa minta email orang Yahudi Indonesia?

Comment by Sonny May 8, 2007 @ 4:00 pm

Apa khabar warga Yahudi Indonesia, anak-anak BOS!!!. Saya ikut mendoakan keamanan warga Yahudi Indonesia. Kapan Aliyah?… Boleh ikut?

Comment by mikhael May 19, 2007 @ 12:26 am

Ass.
Saya sangat tertarik dengan keberadaan Yahudi di Indonesia, bolehkah saya meminta Alamat e-mail dan websitenya?, terima kasih.

Comment by Lukman May 19, 2007 @ 9:28 am

Saya seorang jurnalis televisi dan berminat untuk mencari berita yang unik dan berbeda. Jika berkenan mohon diinformasikan alamat e-mail atau no telepon dari salah satu penganut Yahudi di Indonesia. Terima kasih.

Comment by Yohanes May 23, 2007 @ 6:39 am

Shalom Alaikhim B.H.,

Saya punya darah keturunan yahudi(porto-Yahudi), tapi sudah sangat jauh, saya ingit melacak kembali garis keturunan saya, dari kaum yahudi apa ? Moyang saya itu masuk ke Indonesia bersama pemerintah belanda pada zaman dahulu. Mohon bantuannya, mohon emailnya dll

Comment by Billy Robot June 8, 2007 @ 2:01 am

Shalom Alaikhim B.H.,

Saya punya darah keturunan yahudi(porto-Yahudi), tapi sudah sangat jauh, saya ingin melacak kembali garis keturunan saya, dari kaum yahudi apa ? Moyang saya itu masuk ke Indonesia bersama pemerintah belanda pada zaman dahulu. Mohon bantuannya, mohon emailnya dll

Comment by Billy Robot June 8, 2007 @ 2:03 am

Ternyata ada komunitas yahudi di Indonesia, saya baru tahu.. tapi kalo ini th 1998, bagaimana dengan sekarang?

Comment by spitod August 4, 2007 @ 3:05 am

Shalom ‘aleikhem b. h.

Kebetulan saya ada keturunan Yahudi (Sepharadic) dari Ayah saya. Saya sangat ingin berkenalan dengan teman teman keturunan Yahudi dari seluruh Indonesia. Siapa tau saya dapat menemukan calon istri. Saya juga ingin belajar bahasa Ibrani lebih dalam lagi.
Terima kasih.

Comment by Hezron August 4, 2007 @ 12:18 pm

shalom aleykhem, assalamulaikum wr.wb
sy punya darah keturunan Yahudi tp sdh agk jauh tepatnya dr kakek buyut, sy ingin sekali menelusuri dr mana buyut sy itu dtg bersama pemerintahan kolonialkah atau bgmn? Mohon dibantu

Comment by D.Kaham August 7, 2007 @ 3:36 am

@spitod: beberapa dr komunitas Yahudi sdh berpindah k Israel atau ke USA, biasanya kalau d Surabaya tdk mengaku sbg Yahudi tp Arab/India, mgkn karena fisik mereka (shepardim) sama persis. temui sj toko2 emas d sana, ada beberapa yg milik keturunan Yahudi. utk informasi selanjutnya e-mail sj ke dust_eretz@yahoo.com, kita bisa share.

Comment by D.Kaham August 7, 2007 @ 3:42 am

HI EVERYBODY

Comment by denisaktian September 1, 2007 @ 6:11 pm

Mohon info tentang orang Yahudi di Indonesia
Mereka pernah menjadi umat pilihan Allah
Saya ingin sekali punya teman orang Yahudi
Semoga mereka bisa terus eksis di Indonesia biarpun sangat minoritas
Bisa saja klo mereka ada dalam jumlah yang signifikan bukan tidak mungkin akan diakui juga sebagai agama resmi
Sudah waktunya Israel dan Palestina berdiri berdampingan in peace

Wassalam

Comment by Ali "Jazz" Ramdhani September 6, 2007 @ 4:22 pm

Shalom
Wah di Indonesia sulit ngaku be a jew soalnya tau khan bagaimana reaksi umat disini yang sangat anti dengan yahudi.
kalo mau kenalan dgnku ke tonigodstein88@yahoo.com

Comment by toni September 16, 2007 @ 1:30 pm

revisi email tonigoldstein88@yahoo.com

Comment by toni September 16, 2007 @ 1:34 pm

hi
saya ingin sekali mengetahui tentang yahudi di indonesia apakah di jawa timur hanya di surabaya saja,bagai mana di kota-kota lainnya di jawa timur.saya sebenarnya sih biasa aja tentang pelegalan yahudi di indonesa tetapi apakah mereka sudah yakin tentang protes,rasisme,serta diskriminasi dari komunitas islam,kristen dan katholik yang sangat benci melihat yahudi.jujur saja salah satu leluhur saya adalah orang israel(dari garis keturunan ibu)tetapi beliau seorang muslim saya bersyukur terhadap ALLAH SWT,karena saya tidak masuk agama leluhur saya(yahudi) karena saya melihat mereka banyak melakukan perusakan perusakan di muka bumi dalam segala hal.tetapi saya ingin mengenla mereka lebih dalam

Comment by viky September 17, 2007 @ 3:05 am

shalom..
saya key,saya keturunan yahudi-arab.saya bangga dgn gen saya.saya ingin lebih jauh ttg yahudi.

Comment by keisya September 19, 2007 @ 6:39 am

halo..saya juga tertarik pengen kenal dengan keturunan yahudi di indonesia (surabaya)…semoga ada yg mau berteman. ym saya di :peterpetery

Comment by ferary September 19, 2007 @ 7:47 am

halo keisya.boleh kenal?

Comment by ferary September 19, 2007 @ 7:57 am

gw bangga dgn darah yg nglir dtubuh saya..
karena gen yahudi saya menjadi pintar..
karena yahudi mrpakan umat pilihan tuhan.
ga ada yg bisa ngbantah ini.

Comment by Jasmine September 19, 2007 @ 1:58 pm

Syahadat tradisional orang kristen Ambon adalah mereka keturunan suku Gad. Saya tidak pernah tahu hal itu benar atau tidak. Tetapi satu hal yang pasti…kecintaan orang Ambon pada Jahudi dan Israel pasca kerusuhan 1999-2003 semakin mendalam.
Entahlah….yang jelas orang kristen Ambon memakai semua metafora Jahudi dalam kehidupan mereka (sebenarnya orang batak juga). Saya ingin bertanya…dimana kami bisa menemui keluarga Yahudi di jakarta? Bagaimana kita bisa belajar tentang orang Jahudi Indonesia. satu-satunya yang saya tahu…dhani ahmad ‘dewa’ adalah seorang jahudi. Lainnya kurang tahu… Thanks buat balsannya

Comment by rooy john September 25, 2007 @ 11:53 am

ada bukti rooy jahn..

Comment by o riz qhan October 2, 2007 @ 8:28 am

Saya keturunan Yahudi juga, dr klan levi nenek moyang kami pindah dr Timteng 1921 sekitar th 1970 kluarga kami tinggal di jakarta. kami sudah ada 3 keturunan tinggal di Indonesia.skian dan trimakasih

Comment by martin October 6, 2007 @ 4:46 pm

salam alaykum,
Yudaisme di Indonesia? Why not? Indonesia sangat memberi kebebasan bagi warganya untuk memeluk agama tertentu, dan itu bisa menambah kekayaan dan keberagaman umat di Indonesia, bagi saya Yudaisme adalah sebuah agama tertua sebelum Kristen dan Islam, dan setahu saya Yesus pun mengajar di rumah2 ibadah yahudi di Palestina, dan Muhammad s.a.w. juga pernah hidup berdampingan dengan orang2 Yahudi di Madinah yang kala itu disebut Yatsrib, bagi saya semua pemeluk agama khususnya agama Samawiyya Yudaisme, Kristen dan Islam bisa saling menghargai satu sama lain denga adanya perbedaan tsb. Bukankah dalam Torah disebutkan “we ahavta le ré’akha kamokha (Lev 19:18)” kasihilah sesamamu seperti mengasihi dirimu sendiri.
wassalam.

Comment by ardian October 7, 2007 @ 10:24 am

Shallom….

Adakah yg sudi berdikusi dg saya soal Yahudi?
Sy ingin mencari tahu mengapa leluhur kami (Suku Batak) mengindentifikasi diri sebagai New Jews”?

Mungkinkah Keisya, Jasmine dan Martin bersedia mengajak saya berdiskusi? Bial bersedia sy tunggu via ym ato email, thx.

Horas

Comment by ringo October 13, 2007 @ 9:17 am

Menurut sy, pandangan saudara saat ini belum dpt diterima khalayak ramai, karena mungkin perbuatan kaum Yahudi yg selama ini hanyalah sorotan negatif, dan hasil2x positif dr kaum Yahudi terkesampingkan akibat dr ulah oknum2x Yahudi lainnya, bs Kita lihat dr kemajuan zaman ini kaum Yahudi msh berkontribusi ckp besar. Pengalaman pahit dan menyedihkan membuat persepsi masyarakat Indonesia anti thdp Kaum Yahudi. Dikalangan Intelektual, pebisnis Kaum ini sgt di segani hal ini sy rskan ketika sy duduk di bangku kuliah, guru2x besar yg sy kenal mengagumi mereka. Di Indonesia pandangan masyarakat bercampuraduk antara yahudi yg hidup di negara israel dengan yahudi yg hidup d negara lainnya. Dengan kaum kristiani Pun kaum yahudi ini anggap sepele, krn Isa al Maseh msh dlm jalur kekerabatan mereka, sehingga yahudi menggangap diri mereka tuhannya kaum kristiani, namun banyak yg tdk sadar akan hal tsb berhubung krn Isa al Masehhi hal ini dibuktikan dengan tidaknya pemeluk kristiani di Israel dan setahu sy hingga sy menuliskan ini warga Israel wajib memeluk agama Yahudi sbg salah satu syarat WN. Agama yahudi adlah agama leluhur seperti kepercayaan Kejawen dan Sunda wiwitan d Indonesia. skian dan trimakasi

Comment by Martin October 13, 2007 @ 5:24 pm

tulisan tsb menanggapi tulisan saudara ardian. Trims

Comment by Martin October 13, 2007 @ 5:28 pm

Untul saudara Ringgo, sy b’sedia berdiskusi dgn saudara dan lebih bagus diskusi ini jika saudara mengundang saudara Jasmine. Sebutan seorang dr keturunan Yahudi adlah Haim. Saudara Ringgo dpt b’diskusi ttg Yahudi dgn org keturunan arab yang sering Kongkouw di atrium senen atau sekitar salemba hingga pasar senen jakarta. Saudara hrs mengetahui ciri2x org yahudi scr perawakan hampir sm dgn org Arab dan India krn scr demografi keturunan2x ini hidup didaerah yg hampir sm. trims

Comment by Martin October 13, 2007 @ 5:43 pm

aku kok yo nyesel dudu jahudi. tak kira komentare podo elek, e, jebule kok apik-apik. lha selama ini sing ngelek-eleke jahudi iku ana masalah opo yo?

Comment by ahmad junaedi October 17, 2007 @ 12:00 pm

Dear all,
Untuk Martin dkk.
Saya kenal beberapa Yehudim(yahudi) dari sepherdim di Amerika saat ini, mereka pelarian Yemen. Di Indonesia kelompok mereka dulu besar sekali tapi entah kenapa menghilang. Saya dengar dari kawan saya Zen Al-Jufri MA seorang intelektual Arab Indonesia yang sekarang menetap di Amerika dan pakar peneliti Internasional mengatakan bahwa :”Sebagian keturunan Arab Indonesia yang ada sekarang ini ada juga yang keturunan Yahudi, terutama yang bermarga Bahasuan, seperti penyanyi Melayu Munif bahasuan dia seorang Yahudi dari Yemen, dan ratuasan marga Bahasuan lainya. saya yakin masih banyak lagi lainya, bentang iklan th 80 Marini dan lain-lain adalah sebagian kecil contoh Yahudi yang masih eksis di indonesia. Shalom..!!

Comment by Jeffrey Ong October 19, 2007 @ 3:41 pm

Pak,
saya juga punya darah Yahudi dari nenek saya,
dapatkah bapak memeberi info apapun tentang komunitas Yahudi di Indonesia?
email saya : mrfc_jen@yahoo.com
trimakasih

Comment by Jeanne Francoise October 22, 2007 @ 8:15 am

yang kamu sebutkan di atas tadi sebenarnya sudah basi tapi juga penting untuk disebarkan agar orang awam mengetahuinya

Comment by fadh ahmad October 23, 2007 @ 3:38 am

Saya juga pernah dengar seperti komentar Ong bahwa sebagian orang Arab di Indonesia mereka keturunan Yahudi yang entah apa pasal tak berani mengaku Yahudi, tulisan AlJupri itu pernah dimuat di Prisma th 2002, tapi komentarnya bermacam-macam, dan banyak yang menolaknya pula.

Comment by Tanbor Lumban gaul October 23, 2007 @ 5:04 am

yahudi harus di akui secara resmi agama di indonesia .seperti di singapura . saya membudayai pola pikir yahudi . Seharusnya Bahasa Hebrew ,yaddish ,dll .Boleh legal di ajarkan di indonesia secara legal.
Orang jewish tidak makan babi jg. saya belajar pola pikir yahudi tentang ilmu pengetahuan .karena bokap tiri gue orang yahudi tapi leberal. saya suka belajar bahasa hebrew .you must see the shadow david star .

Comment by akira October 30, 2007 @ 3:56 pm

Shalom aleykhem

saya tertarik dengan costum atau budaya lokal masyarakat pesisir barat sumatera yang memakai bebearapa simbol-simbol semit; misalkan mengusung tabot, atau ark yang merupakan simbol perjanjian tuhan dengan bangsa ibrani. pertanyaan saya sederhana, apakah budaya tersebut sudah ada pra islam, atau bersamaan, jika ia mungkinkah mereka termasuk salah satu dari sepuluh suku yang hilang (ten lost tribes), saya saat ini sedang melanjutkan studi pasca sarjana di UI dan sangat tertarik mengangkat tema ini di dalam tesis saya, mungkin ada yang memiliki informasi atau petunjuk lebih jauh.
trimakasih,

-riff-

Comment by Riff ben dahl November 1, 2007 @ 6:20 am

Shalom Aleichem,

Menjadi Yahudi atau tidak bukan hal yang pokok, namun keselamatan dari Yesus Kristus lah bukan menjadi yahudi…

Aleichem Shalom

The Mhsikha

Comment by Khalil Yakub November 5, 2007 @ 5:05 pm

Maka itu menjadi YAHUDI adalah suatu kebodohan, bukan kebanggan yang perlu ditonjolkan kalo kalian itu ada yang mengaku keturunan yahudi, apalagi kalo dari garis ibu.

padahal menurut Alkitab Yahudi itu, ataupun Israel secara umumnya bergaris Bapak, Patrilineal.

Baca di kitab Talmud Kidushin, yang menjelaskan kalo yahudi itu dilihat dari garis ibu, dan bertentangan dengan Injil atau Alkitab yang berdasarkan garis BAPAK.

sudah tidak perlu bangga akan gen keturunan yahudi, apalagi kalo dah jauh, bukan berarti orang yahudi itu semuanya pintar, Tuhan itu adil bagi suku bangsa - bangsa lainnya.

Banyak dari orang-orang Kristen yang sukses dan berhasil tanpa memiliki darah yahudi kok. Yesus sendiri memberi berkatnya kepada orang yang percaya KepadaNya bukan karena keyahudianNya.

Shalom

Comment by Khalil Yakub November 5, 2007 @ 5:42 pm

BATAK, KELOMPOK ISRAEL YANG HILANG ???

Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan ini disebut Juda, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.

Bagian Utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai orang Samaria. Dalam perjalanan sejarah, kedua belas suku tsb kehilangan identitas kesukuan mereka.

Kerajaan Samaria tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Samaria yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebahagian lari meninggalkan negaranya untuk menghindari perbudakan.

Sementara itu Kerajaan Juda tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi.

Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 0070 oleh bala tentara Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Juda pun banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain, terserak diseluruh dunia.

Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan orang2 Israel diijinkan kembali ke negerinya, ada kelompok-kelompok kecil yang memilih tidak pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur.

Demikian juga dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa pebudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan hidup.

Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian kehilangan identitas mereka sebagai orang Yahudi.

Ada sekelompok penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina, tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan Yahudi yang sudah kawin mawin dengan penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.

Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam. Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir tebal, rambut keriting habis, dll.

Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Yahudi, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Yahudi perantauan. Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Yahudi, sebahagian dari mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya mengapa ada Israel hitam.

Mereka menjadi seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan-perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia.

Kita tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.

Walaupun banyak yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu, dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang konon ada disana.

Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan bahwa etnik Batak, adalah juga keturunan bangsa Israel kuno? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yang memberikan perhatian terhadap hal ini.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi, guru besar di UI (Universitas Indonesia), bahwa tradisi etnik Tapanuli (Toba) yang menjadi cikal bakal dari 4 sub etnik Batak (Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.

Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama, dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar Alkitab.

Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah keturunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi karena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana mereka bermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orang Melayu.

Seorang Batak Tapanuli, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel dan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk pembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya ke pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin (?).

Tetapi tenyata data tsb belum bisa memenuhi seluruh kriteria. Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga dapat mencapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagai orang Israel diperantauan dapat diberi.

Konon kekurangan itu terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam ke perut bumi.

Jika saudara pergi Taman Mini Indonesia di Jakarta dan singgah di rumah tradisi Toba (Tapanuli), disana akan ditemukan silsilah tsb.

Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel bisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik Batak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka.

Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat untuk menyelidiki sejauh mana budaya suku Batak dapat memberi bukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku yang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedoman untuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsur sejarah dan spiritual.

Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak (Toba) dengan tradisi Israel kuno adalah sbb.

1). Pemeliharaan silsilah.

Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui garis silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang tidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinya dianggap na lilu - tidak tahu asal-usul - yang merupakan cacat kepribadian yang besar.

Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang sangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari mereka yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang ditelusuri dari pihak ibuNya (Maria) dan pihak bapak angkatNya (Yusuf).

2). Perkawinan yang ber-pariban.

Ada perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak, tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan untuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukup report menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa ini tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalam bahasa Batak.

Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan yang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau anak laki-laki dari saudara perempuan bapa.

Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami-isteri. Karena suku Batak penganut patriarch yang murni, ini adalah perkawinan ulang dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudah terjalin dengan perkawinan.

Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub menikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel. Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israel kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan perkawinan seperti itu.

3). Pola alam semesta.

Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua ginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banua toru (alam maut).

Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan pola yang sama.

4). Kredibilitas.

Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern, setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatang tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutang pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang diberi janji.

Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja sangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabat penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikan pembayaran hutang ataupun janjinya.

Budaya Israel kuno juga demikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamar sebagai jaminan janji (Kej. 38).

5). Hierarki dalam pertalian semarga.

Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki-laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan terdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunan perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garis keturunan dari suami yang kedua.

Misalnya, seorang janda dari Simanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki-laki mendiang (bandingkan dengan Rut 1:11).

Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengan saudara sepupu pertama dari mendiang yang dalam garis silsilah tergolong adik. Jika tidak ada sepupu pertama, dicari lagi sepupu kedua. Demikian seterusnya urut-urutannya.

Hal semacam ini diringkaskan dalam ungkapan orang Batak :

“Mardakka do salohot, marnata do na sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan”.

Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan Boas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas ingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garis silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu dia mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami Rut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika ada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya, mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri.

Ya, mardakka do salohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).

6). Vulgarisme.

Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda-beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah: son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini. Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan serapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll.

Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang spesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut sehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremuk dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarkan sumpah serapahnya:,,Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege, hubasbas, huripashon ho annon !!!”. Terjemahannya kira-kira begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidak kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!”.

Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbol kehancuran seterunya.

Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa dengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme seperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranya serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persis sama dengan sumpah serapah orang Batak).

7). Nuh dan bukit Ararat.

Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar yang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisah tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab. Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku Batak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan kakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit Pusuk Buhit.

Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli Utara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah puncak gunung.

Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumput gunung. Bambu – dari mana kakek moyang keluar – menurut nalar mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya setelah bambunya meledak hancur.

Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk Buhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yang mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir besar.

Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena setelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentuk pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadi Pusuk Buhit.

8). Eksumasi (Pemindahan tulang belulang).

Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang-belulang para almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yang terkait. Alasan ini sangat praktis.

Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari kerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerah lain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Sering alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangat mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.

Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah sekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir ketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalam Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh seorang nabi).

9). Peratap.

Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota keluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka menangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda dengan menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung. Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair kematian dan syair kesedihan hati.

Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir maka mangandung adalah satu bentuk seni yang menuntut keahlian. Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar. Bahasa yang digunakan sangat klasik, bukan bahasa sehari-hari.

Setiap orang-tua yang pintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkan kehadirannya pada setiap ada kematian.

Di desa-desa, terutama di daerah leluhur - Tapanuli - tidak mengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga dengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat setempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukung hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisan sangat menyentuh kalbu.

Tak jarang pihak keluarga dari si mati memberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar, sekedar menunjukkan rasa terima kasih.

Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergian si mati yang tidak dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratap adalah semata-mata mengeluarkan kesedihan akibat kematian keluarga dekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang lebih spesifik yaitu mengekspresikan seni mangandung itu.

Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung-andungnya :,,Da disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan” Sibokka nahinan adalah anggota keluarga sipangandung yang sudah meninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih banyak berkisah tentang mendiang familinya itu.

Bagamana dengan bangsa Israel?

Dari sejarah diketahui bahwa ketika Yusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar para peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berkali-kali mencatat kata-kata ratapan, meratap, peratap.

Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israel kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati bukan pada acara kematian.

10). Hierarki pada tubuh.

Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi martabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai permintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah. Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapak kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada seseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah telapak kakiku ini”, sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapak kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan oleh seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi.

Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu diusahakan tidak nampak ketika duduk bersila.

Pada bangsa2 Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetap dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada orang lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap dianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya.

11). Tangan kanan dan sisi kanan.

Dalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkat kehormatannya dengan sisi kiri dan tangan kiri.

Jangan sekali-kali berinteraksi dengan orang lain melalui tangan kiri jika tidak karena terpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyak tercatat aktivitas sisi ‘kanan’ yang melambangkan penghormatan atau kehormatan.

Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yang menyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (baca Kejadian 48).

Rasul Paulus dalam salah satu suratnya menyiratkan hierarki anggota tubuh ini.

Juga baca Pengkhotbah 10:2, Mzm 16:8, Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.

12). Anak sulung.

Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan bapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan berbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jika ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akan mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu martindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu adalah si anak sulung.

Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar, memberi karisma dan wibawa.

Karisma dan wibawa, itulah profil yang melekat pada anak sulung.

Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsi tentang anak sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada suku Batak yang sekarang, sehingga the term of the firstborn (istilah anak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca Kel 4:22, 34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9, Hos 9:20, Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan 18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)

13). Gender.

Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan silsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik orang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anak perempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah dalam Alkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecuali jika muncul sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibu Yesus).

Kalaupun nama Dina disebut juga dalam Alkitab, itu bukan karena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai pelengkap nama-nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa Israel.

14). Pola monoteisme.

Dalam hampir seluruh kepercayaan animisme didunia ini, tuhan selalu jamak, bahkan bisa berjumlah puluhan, dan masing-masing sama besar kekuasaannya walaupun berbeda wilayah (bidang). Misalnya dewa air, dewa tanah, dewa api, dewa angin, dewa gunung, dewi kesuburan, dewi kecantikan, dewi keberuntungan, dll. Masing-masing juga punya isteri atau suami.

Adalah satu hal yang patut dengan perbedaan animisme Tapanuli yang disebut Parmalim, walaupun mereka memuja roh-roh para leluhur dan hantu-hantu, tetapi faham ketuhanan mereka hanya mengenal monoteisme, yang mereka sebut Mulajadi Na Bolon, artinya Pencipta Yang Maha Besar. Seluruh penyembahan keagamaan mereka hanya berpusat kepada Mulajadi Na Bolon yang tunggal dan tidak beristeri.

Ini hal yang luar biasa uniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu jika tidak menghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kuno yang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisan kurun waktu ribuan tahun.

Pada suku Toraja yang juga satu garis keturunan dengan orang Batak, mereka yang masih animis juga menganut animisme yang monoteistik, dengan sesembahan tunggal Puang Matua. (Predikat “puang” diberikan pada sosok yang patut dihormati. “Matua” artinya yang terhormat. Puang Matua dapat diartikan sebagai Dia yang mulia).

Pada suku Batak kuno, kata “puang” sama maknanya dengan “puang” pada suku Toraja sekarang. Tetapi dalam perjalanan waktu panjang, sekarang ini kata tsb telah berubah makna yaitu lebih menyiratkan keakraban).

Tambahan.

Adalah satu tradisi pada bangsa Israel kuno tidak menguburkan mayat anggota keluarga yang meninggal, melainkan meletakkannya dalam sebuat tombe yang berupa liang batu yang dibuat melalui pahatan. Lihatlah kesamaannya dengan mayat Yesus Kristus yang diletakkan dalam tombe milik Yusuf dari Arimatea. Budaya ini tidak terdapat pada suku Batak. Mungkin karena di Tapanuli tidak terdapat lime stone atau sejenisnya yaitu batu lunak yang mudah dilubangi seperti batu cadas.

Namun suku Toraja masih melekat teguh pada tradisi seperti ini hingga sekarang. Hal ini berguna untuk diutarakan untuk menambah bukti-bukti bahwa suku Batak yang masih berkerabat dengan suku Toraja, sangat bisa jadi adalah keturunan Israel yang sudah lama terpisah dan hilang.

Saya cukupkan saja dulu hingga disitu, karena terlalu letih untuk membeberkan semua, termasuk indikasi-indikasi lemah yang banyak jumlahnya.

Jika data yang diatas itu saja dibawa kepada ahli statestik, yang tentu akan mempertimbangkan semua aspek-aspek lain yang terkait kedalamnya, simililaritasnya dengan tradisi bangsa Israel kuno dengan bukti autentik tertulis dalam Alkitab, informasi sejarah sekuler, tradisi Semitik yang ada hingga sekarang, serta kesamaan tradisi itu pada suku Batak setelah kurun waktu kurang lebih 3000 tahun, angka perbandingan untuk mengatakan bahwa suku Batak bukan keturunan Israel mungkin 1 : 1,000,000 bahkan bisa jadi lebih.

Barangkali ada diantara saudara-saudara yang dapat menambahkan.

Sekian dulu.

W. Simanjuntak.

SAPRAN SIGALINGGING

Wed Aug 30, 2006

—–Original Message—–

sumber dari:http://groups.yahoo.com/group/gobatak/message/1395

Kontak: julhan.hutabarat@yahoo.com

Comment by Julhan Hutabarat November 5, 2007 @ 6:05 pm

Kaco lo semua, pade gila yahudi !!!

Comment by khalil Yakub November 5, 2007 @ 6:08 pm

Khalil,
Saya sih ada setujunya pada tulisan, tapi ada sesuatu yang harus anda ketahui bahwa Yesus tidak pernah mengajarkan agama Kristen. Yesus adalah penganut Yudaism ortodox , agama kita harus kita akui hasil otak-atik dan perselingkuhan bangsa Eropa dan pendeta kristiani zaman awal, ini kenyataan sejarah bung..!! coba baca sekali lagi bukunya James Tabor : “DINASTI YESUS”. disitu jelas sekali ke Yahudian Yesus.

Comment by T.Lumbangaol November 14, 2007 @ 6:56 am

untuk Riff ben Dahl,

Upacara Tabut atau bhs setempatnya tabuik adalah ada setelah islam masuk Melayu. Ini adalah pengaruh Islam Syi’ah. Dan Syi’ah adalah mazhab pertama yang masuk di semenanjung Melayu sekitar th840m bukanya abad ke 13 seperti versi Snouck Horgruonje. Syiah habis dibasmi kelompok Sunni semenjak Zaman Tengku Johan Pahlawan. Di Minang dihabisi kelompok Wahabi dari Tuanku Imam Bonjol, semenjak itu mazhab ini perlahan-lahan habis dari bumi Melayu, dan berganti Sunni. Namun sisa-sianya masih banyak dijumpai baik di Aceh maupun Sumatra barat.

Comment by T.Lumban gaol November 14, 2007 @ 7:07 am

saya mempunyai guru berjuluk malik ar rahman, dia mendapatkan “mukjizat” berupa kitab zabur dan injil. Setelah itu………….(ada berita besar yang masih off the record). Anehnya ada dokumen republik indonesia pra kemerdekaan yang berlogo bintang david dan semar. Sebagai informasi sebenarnya bintang david adalah buah karya nusantara. Semoga Allah memberi keselamatan pada kita semua. Jika mau share emailku di :wong_mojosari@yahoo.co.uk

Comment by setiawan November 14, 2007 @ 7:48 am

B”H

Shalom Alechem

I’m Rabbi Yaakov Baruch the President of Beth HaShem Synagogue in Manado, Sulawesi Utara. Indonesia, i’m the member of Jewish Community of Indonesia, if you want share or learn about Orthodox Judaism please contact me at yaakov_baruch@yahoo.com

Hatzlacha

Rabbi Yaakov Baruch

(nb: please no anti-semite comment / email)

Comment by Yaakov Baruch November 18, 2007 @ 3:55 am

B’H
Shalom Rabbi Yaakov Baruch,

I’m so pleased to know that there is a Synagogue in Indonesia. I have always thought that the only one left was in Surabaya. Baruch Hashem! How is it going over there? As I’m writing this, I’m speechless!

Sholom,

Shira

P.S. Do you speak Bahasa Indonesia?

Comment by Shira November 22, 2007 @ 12:57 am

untuk menanggapi komentar setiawan.

Tolong bung, semuanya jangan diaku-akui, sampai-sampai bintang david itu berasal dari nusantara!…saya juga terkadang mendengar usaha mengklaim dari kelompok masyarakat indonesia yang bisa dilihat dari nama e-mail anda bahwa etnisnya adalah etnis tertua…paling sopan..bahkan mengklaim kama sutra dan kalimat syahadat dalam islam pun berasal dari etnis tersebut!..makanya sekarang pun kelompok tersebut kena klaim dari pihak lain sebagai karma atas tindakan tindakan serupa.
Saran saya adalah..pelajari benar benar sejarah kelompok anda dan barulah bisa bicara dengan bukti otentik…jangan jangan gedung putih amerika ataupun menara eiffel juga berasal dari kebudayaan anda??..lucu deh!
Marilah kita saling menghargai…namun bukan mengklaim dengan dasar fanatik sempit!..saya sendiri sudah lama mempelajari tentang kelompok anda..yang mungkin banyak yang nggak anda ketahui sendiri..semisal..kelompok anda berasal dari kamboja..dan banyak menyadur kebudayaan china, india dan arab..serta pengaruh belanda..karena itu sebagai contoh.. kata”kampung” sebenarnya berasal dari bahasa kamboja..bukan bahasa jawa.
Sekali lagi marilah kita bicara pada tempatnya..trims!

Comment by Amir November 23, 2007 @ 1:05 am

dari sekian banyaknya komentar diatas ada banyak hal yang positif yang bisa ku ambil hikmahnya termasuk sejarah komunitas yahudi di indonesia.tapi satu hal yang mau saya ingatkan buat teman2 masalah siapa saya dan dari mana saya berasal itu sangat penting,tapi ada satu hal yang lebih penting lagi dari pada hanya sekedar siapa saya dan dari mana saya berasal,karna siapapun kita,dari suku apa kita berasal,agama apa kita tidak akan menjamin kalo kita mati pasti masuk sorga.
hanya ada satu jaminan jika kita mati masuk sorga yaitu di dalam YESUS/ISA karna YESUS/ISA berkata tiada seorangpun yang akan sampai kepad BAPA/SORGA selain melalui AKU.
jadi sudakah anda menerima DIA/YESUS itu sebagai TUHAN dalam HIDUP ANDA?
jika belum anda hanya cukup berdoa meminta ampun kepada TUHAN/YESUS/ISA akan setiap salah dan dosa yang anda buat,selanjutnya anda berdoa minta kepada DIA/YESUS/ISA itu masuk dan tinggal dalam hati/hidup anda.
selanjutnya anda wajib menjaga hubungan anda dan TUHAN/YESUS/ISA tetab harmonis.
cara untuk menjaga hubungan yang harmonis itu dengan berdoa setiap hari dan membaca alkitab supaya hati kita bisa terjaga dari setiap pencemaran dunia yang tambah hari tambah jahat ini.

Comment by tian November 23, 2007 @ 11:03 am

Pada akhirnya setiap kita akan dimintai pertanggungjawabannya masing-masing. Tidak perduli dia Yahudi atau Yunani.

Comment by Indrianto November 24, 2007 @ 10:04 am

Shalom Alechem

Tentu saya dapat berbahasa Indonesia, btw ini situs umum atau situs kristen?

Comment by Yaakov Baruch November 25, 2007 @ 4:35 am

yes amir, i agree with you, lot of local people think that they are the lost tribe of Israel, can you imagine?

Comment by Yaakov Baruch November 25, 2007 @ 4:37 am

Shalom Shira,

Yes, our Synagogue was established since 2004, but 100 years ago we also have it at Manado, but it was burned by Japanese, now we try to make our Jewish Community more active and success.

Please see our Synagogue pictures in :

http://www.friendster.com/synagogue

Comment by Yaakov Baruch November 25, 2007 @ 4:42 am

B’H

Shalom Rabi Baruch,

Terimakasih banyak atas informasinya. Saya sudah melihat photo-photo synagoguenya. Fantastis! Semogo dengan dedikasi anda sebagai Rabi komutitas kita yang ada di Madado semakin success! Lebih dari itu, saya berharap pada masa yang dekat umat kita akan semakin leluasa melakukan semua mitzvot di negara Indonesia.

Selamat menjalankan misi anda,

Shalom,dan Hormat Saya,

Shira

P.S. Saya rasa ini situs umum

Comment by Shira November 25, 2007 @ 10:17 pm

Selamat,

Wah ini saya baru tahu, dan congratulation for Rabbi Yaacov Baruch..!! semoga misi anda sukses dan Indonesia semakin plural. Kami berharap anda buat satu website untuk Yahudi Indonesia. Dan isinya ttg sejarah Yahudi Internasional dan Indonesia , macam-macam kegiatan keagamaan Yahudi dll. Sekali lagi selamat.

Comment by T.Lumban gaol November 26, 2007 @ 1:52 am

B”H

Shalom,

Terima Kasih, Bezrat HaShem agama Yahudi akan diakui di Indonesia, seperti di negara2 muslim lainnya seperti Iran, Mesir, Lebanon, Yordania dll

Hatzlacha

Rav Yaakov Baruch

Comment by Yaakov Baruch November 26, 2007 @ 1:23 pm

Comment by Yaakov Baruch November 26, 2007 @ 1:25 pm

Shalom Rabbi Ya’akov alias Ninoi Palilingan

Saya sudah kontak dengan teman-teman anda di Manado, kalau di sana tidak ada Synagogue sama sekali. Yang ada, hanya anda sendiri tanpa ada umatnya atau jemaatnya. Menurut teman anda (maaf saya harus off the record) kalau anda itu pernah dapat uang dua ratus juta dari Beth Yeshua Ha Mashiach, Belanda. Caranya anda cari orang-orang Manado yang bertampang kaya Yahudi tapi bukan YAHUDI tapi GENTILE yang bertampang YAHUDI, ‘kan di Manado banyak tampang doang, lalu anda FOTO tampang mereka dan dikirim ke Beth Yeshua Hamashiach, di Belanda. Dan dari situ anda mendapatkan uangnya, dengan cara MENIPU.

Anda ini banyak sekali nama-nama YAHUDInya, dari Eliezer, Baruch hingga yang lain-lainnya, sampai-sampai sesepuh Mesianik Yahudi di Jakarta, kebetulan masih ada hubungan darah dengan Rabbi Baruch Ya’akov (alias Ninoi Palilingan) mengatakan anda ini orang GILA!!! atau sakit jiwa karena KEYAHUDIAN.

Anda sendiri sudah tidak punya darah YAHUDI, karena anda melihat dari garis nenek anda yang sudah zaman BAHE’LA yang sudah tidak ada hubungannya. lagi pula anda ini ‘kan sebelumnya beragama ISLAM, lalu pindah ke Mesianik. Setelah itu anda tidak percaya Yesus lalu berpaling ke Agama Yahudi Rabinik namun anda ditolak mereka (Rabinik) akhirnya anda ke Reform.

tapi pertanyaan sudah berapa banyak orang yang anda tipu yah? Mesianik Yahudi di Jakarta menyebutkan seorang anggotanya yang kecewa bernama ARMEN RIZAL. Si Armen ini jadi tidak percaya Tuhan karena gara-gara kena tipu anda!

Sampai disini dulu saja, semua informasi saya dapat dari teman-teman Kehilah anda di Manado dan di Jakarta.

Saya rasa anda ini YAHUDI GADUNGAN yang mengaku-ngaku Yahudi saja.

PERINGATAN BAGI ORANG-ORANG YANG TERTARIK BERKENALAN DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGAKU YAHUDI SEPERTI SI YAAKOV BARUCH. JANGAN PERNAH MEMBERI DIA UANG ATAU SUMBANGAN APAPUN YANG BERBENTUK BARANG ATAU UANG.

SAYA BERDOA SUPAYA TIDAK KENA TIPU SEPERTI SI ARMEN DAN BETH YESHUA HA MASHIACH DI BELANDA.

Comment by SHEKINA, JOSHUA November 26, 2007 @ 3:21 pm

B”H

Shalom Joshua

HASHEM yg lebih mengetahui siapa org2 yg anda temui, perlu anda ketahui bahwa oma saya (sebelah ibu) bernama Sylvia Dina van Beugen, ayahnya Jacob van Beugen, dan Ayahnya bernama Elias van Beugen (anak dari Eliazar van Beugen - Dina Kanis) mereka keluarga Yahudi-Belanda yg ada di Den Haag. jadi jelas saya seorang Yahudi, tdk seperti mereka yg anda temui, lagian silahkan kunjungi alamat : http://www.friendster.com/synagogue utk melihat foto2 nyata Synagogue kami. dan silahkan liat di http://www.friendster.com/yaakovbaruch dan silahkan liat komunitas Yahudi Indonesia yg sebenarnya, dimana org2 yg anda temui tidak termasuk didlmnya, soal Tzedakah 200 Jt itu diberi oleh Perusahaan Belanda yg bernama SIGMO Bv. (bukan Beth Yeshua) dan peresmian Synagogue kami dihadiri langsung oleh TV Israel Channel 10, dengan wartawan Guy Sharett, dan disiarkan berulang2 di Tv Israel, jadi jelas pengakuan negara Israel akan keberadaan Synagogue kami. kalau masih meragukan Synagogue kami silahkan hubungi saya, lalu saya antar anda ke sana dan melihat dengan mata kepala anda sendiri tentang keberadaan Synagogue Beth HaShem. atau silahkan kunjungi http://www.jonodavid.com dimana ada ribuan foto2 Synagogue seluruh Dunia dimana dari Indonesia ada foto Synagogue kami dan Synagogue Surabaya, yaitu sama 2 Synagogue Yahudi Orthodox

Comment by Yaakov Baruch November 27, 2007 @ 9:36 am

btw tentang ARMEN RIZAL, dia teman saya yg telah memutuskan untuk memeluk agama Yahudi Orthodox, jangan seenaknya anda bilang tidak percaya TUHAN, dia percaya pada 1 TUHAN Yg Esa yaitu HaShem Eloheinu, kalo soal tidak percaya Jesus, memang jelas kami umat Yahudi memang tidak percaya pada Jesus. kalo anda percaya pada Jesus, saya hormati keyakinan anda, tapi anda juga harus “menghormati” keyakinan kami umat Yahudi. dan dia masuk Yahudi bkn karena pengaruh saya, dalam agama Yahudi semua itu freewill, tidak dibenarkan mengajar bangsa kafir untuk mengajar pelajaran Yahudi, apalagi menjadikan Yahudi. keuali atas dasar kemauannya sendiri.

Comment by Yaakov Baruch November 27, 2007 @ 9:45 am

B”H

Shalom Joshua,

Dari pernyataan anda, saya sudah tau “siapa2″ yg berada dibelakang anda, tetapi saya tidak mengerti sebenarnya apa motivasi anda menyebar “fitnah” dan “kebohongan” seperti itu, HaShem Eloheinu Maha mengetahui, dan kebenaran itu pasti yg selalu akan menang, saya hanya tidak ingin anda kena teguran dari HaShem krn telah menyebar fitnah dan kebohongan pada saya dan keberadaan Synagogue Beth HaShem sebagai Rumah Tuhan dimuka bumi, ingat dlm Torah (Kej 12:3) “Barangsiapa memberkati engkau (Israel) akan Kuberkati, barangsiapa mengutuk engkau akan Kukutuk”

Menurut saya org2 yg anda maksud sebagai teman,kerabat dll tersebut adalah org2 yg telah keluar dari Gereja, krn sudah dianggap sesat oleh kalangan kristen tetapi ditolak oleh golongan Yahudi Orthodox (sebab mereka memang bukan Yahudi) saya punya bukti tentang org2 tersebut yg memang “sentimen” pada saya dari dulu krn keberadaan saya dan Synagogue kami yg “diterima” dan “diakui” oleh Negara Israel dan seluruh synagogue dan Rabbi2 Orthodox sedunia (berdasarkan kunjungan langsung mereka ke Synagogue kami) dan soal org2 anda blg muka Yahudi memang benar keturunan Yahudi yg ikut di Synagogue kami, mereka adalah keluarga Bollegraaf, Ezekiel, Elias, Binnendyk dan beberapa anggota Jewish Community kami seperti keluarga Polak, Grosman, dll (apa mereka kurang Yahudi menurut anda?):

Hatzlacha

Yaakov Baruch

Moshiach Now

nb: bagi pembaca sekalian ingin melihat keberadaan Synagogue kami silahkan kunjungi :

http://www.friendster.com/synagogue
http://www.friendster.com/yaakovbaruch
http://www.jonodavid.com
http://www.jewishvirtuallibrary.org

Soal donation 200 Jt, saya tidak menerima dlm bentuk uang cash, tetapi perusahaan SIGMO BV yg menyumbang datang sendiri dari Belanda ke kami, lalu membeli bangunan dan tanah untuk didirikan Synagogue, lalu merenovasi dan memebelanjakan Judaica utk kelengkapan peribadatan Synagogue kami, bisa dibilang bkn uang cash yg saya pegang melainkan bantuan langsung dalam wujud bangunan Synagogue dengan total sekitar Rp 200 Jt

Comment by Yaakov Baruch November 28, 2007 @ 1:59 am


Alamaaakk..!!

Benar nih berita dari Shekina Joshua..?? bahwa si Rabbi ini Yahudi gadungan..?? Oooh my god..!! hampir kita semua terpedaya..?? terima kasih Shekina joshua atas informasinya. lalu mana Synagogue yang ada di Indonesia lainya selain di Surabaya..? Trimakasih Shekina Joshua yang sangat jeli dalam merespond informasi, saya salut dg anda.

Comment by T.Lumban Gaol November 28, 2007 @ 7:27 am

Aku mencintai budaya-budaya yang ada di seantero dunia, namun aku tidak akan pernah melupakan budaya leluhurku sendiri. Bahwa bumi pertiwi adalah tanah suciku yang membasuh aku dengan air dari pegunungan biru, memberiku makan dari pepadian di sawah nan hijau, memberiku ikan di samudra nan elok, menyegarkan paru-paruku melalui segala tetanaman yang tumbuh subur, kurang apa lagi? Di bumi pertiwi ini berkelimpahan melebihi susu dan madu. Bahwa kepercayaan nenek moyangkupun adalah kepada Sang Hyang yang menguasai seluruh alam semesta. Bangunan suci nan megah bertaburan terhampar berbentuk candi (sebuah karya seni dari batu yang tak ada tandingannya di dunia ini. Jadi tidak ada alasan bagi diriku sebagai orang Indonesia, untuk merasa rendah diri dari bangsa/budaya-budaya yang lainnya.

Sembari mengagumi budaya bangsa lain, jangan lupa cintai budaya sendiri. Batik, ulos, songket, reog, angklung, gamelan, keris, rencong, clurit, tor-tor, gambyong, kecak, ludruk, wayang dsb dsb….sekali lagi ini tidak kalah dengan hasil budaya bangsa-bangsa lain….Inilah khas Indonesia.

Comment by Tanpo Aran November 30, 2007 @ 5:57 am

B”H

Shalom,

saya Yahudi gadungan? kasian kalian mau termakan isu murahan, ingat HaShem tidak tinggal diam umatNya diberlakukan seperti ini, biarlah KEBENARAN yg akan ditegakkan, bukti apa lagi yg harus saya jelaskan utk menyangga “fitnahan” shekina joshua (kalau benar namanya) HaShem maha adil, mari kita lihat siapa yg benar dan siapa yg pendusta….Bezrat HaShem

Shavua Tov

R.Yaakov Baruch

ps : menurut data Synagogue of The World (www.virtualjewishlibrary) hanya ada 2 Synagogue (orthodox) di Indonesia yaitu Beth Hashem Synagogue di Manado dan Surabaya Synagogue kalau ada Synagogue (Messianic, Reform dll itu diluar tanggung jawab the Jewish Community of Indonesia)

Comment by Yaakov Baruch December 1, 2007 @ 1:36 pm

Shalom Alechem

Shekina, Joshua. how dare you wrote like that, i’m one of the Jew who living in Indonesia, my family came from Netherlands like Yaakov family’s, the grandmother of Yaakov is my best friend, i knew their family since we was a child, they a Dutch Jewish family like my family, Yapto family etc. I have a good relationship with yaakov, we was celebrate a few Jewish festivals in Surabaya Synagogue with Orthodox Rabbi from State, if you dont know the truth better to SHUT UP! or G-d will punish your mouth ! Yaakov is the Rabbi of the Synagogue of Beth HaShem in Manado. lot of Israeli investor and Jews from State, Europe was visit his Synagogue in Manado (include me) he always traveling to Jakarta, Bali, Surabaya to teach the Jewish mix family to learn about Torah, put Mezuzah in their house, give Tallit and some Tefilin. and lot of them back to our Jewish herritage, and leave the church and christianity and back to our Community, and believe to the HaShem the G-d of Israel, The Almighty G-d and Echad (One). Yaakov is accepted by Singapore Jewish Community and have good relation with Rabbi Mordechai Abergel, Rabbi Natanael Rivni and other Yeshiva student. once again you share the lies like that you will go to the court!

Regards

Mrs Miriam Elias
El AL Israel Airlines respresentative in Indonesia

Nb: for all readers please becarefull to the people like Shekina, joshua who have anti-semite feeling and try to destroy our Jewish Nations !

Comment by Mrs Miriam Elias December 3, 2007 @ 8:20 am

Shalom Rabi Yahudi Gadungan Yaakov Baruch alias Ninoi Palilingan

setahu saya tidak pernah ada marga yahudi yang bernama Palilingan. Setahu saya, marga yahudi itu seperti Cohen, Levi, dan lain-lainnya. bukan marga Manado, benar Saudara-suadara?

Oh ya, anda ambil poto mereka, lalu kirim poto itu ke Beth Yeshua Hamashiach di Belanda. Seolah-olah ada Yahudi di Manado. Lalu minta uang sekian-sekian dengan jumlah 200 juta. Lalu anda siampan uang itu untuk kehidupan HAPPY anda, bukan. soal poto-poto itu, anda ambil dari Synagogue-synagogue di Singapura yang anda kunjungi sehingga orang lain mengira ada synagogue di Manado.

Padahal tidak semua orang belanda yang berdarah yahudi ke Manado saja, BUNG ??? di sumatera, juga banyak komunitas Yahudinya. Pernah dulu ada koran Yahudi di Sumatera, yakni Haaretz.

berarti: anda benar bernama SI NONI EH NINOI PALILINGAN, DULU BERAGAMA ISLAM. Berarti teman-teman saya dan saya khususnya benar.

LAGIPULA KEBANYAKAN YAHUDI EROPA TERMASUK AS sebenarnya keturunan BANGSA KHAZAR YAKNI TURKI-MONGOL DI ASIA TENGAH…

INGAT SEBARKAN HAL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA, AGAR JANGAN TERJEBAK OLEH RAYUAN GOMBAL SI YAHUDI GADUNGAN INI, DENGAN MEMBERI UANG ATAU SUMBANGAN APAPUN, MAUPUN BARANG. TOLONG DIBERITAHUKAN KEPADA TEMAN-TEMAN YAHUDI DILUAR NEGERI, BIAR YANG LAIN TAHU?

SAYA KASIHAN KEPADA TEMAN-TEMAN YAHUDI YANG BENAR-BENAR KETURUNAN LANGSUNG, NANTI MALAH KENA GETAHNYA…

Comment by Shekina, Joshua December 4, 2007 @ 8:58 am

saya berdoa, supaya tidak satupun diantara anda-anda ini yang kena tipu si yahudi gadungan ini.

bahkan teman mesianik yahudi saya mengatakan tampang si ninoi palilingan alias eliezer alias yaakov baruch tidak memiliki face atau wajah yahudi, mungkin saja sedikit wajah indo saja. tapi bukan YAHUDI….KOK

MAKA PERLU CERMAT

INGAT JANGAN MAU TERPERDAYA OLEH SI NINOI PALILINGAN ALIAS YAHUDI GADUNGAN YANG MEMAKAI NAMA SAMARAN YAHUDI DAN DENGAN FOTO-FOTO SYNAGOGUE YAHUDI YANG TIDAK ADA DI MANADO, ITU SEMUA FOTO DARI SYNAGOGUE DI SINGAPORE SETELAH DIA DAPAT UANG 200 JUTA DARI NIPU BETH YESHUA HA MASHIACH.

LAGIPULA MANA ADA MARGA YAHUDI PALILINGAN, APALAGI MARGA MANADO…..

ANEH

SHALOM UNTUK SEMUA YANG MEMBACANYA….

Comment by Shekina, Joshua December 4, 2007 @ 9:04 am

Sepuluh Suku Israel Yang Hilang

Pada tahun 721 SM Samaria, ibukota Kerajaan Israel (Israel Utara), jatuh karena serangan pasukan Asyur (Assyria). Akhjirnya Sepuluh suku Israel dibuang ke Asyur, dan terjadi diaspora (penyebaran) suku-suku Israel ke berbagai penjuru. Bangsa -bangsa kuat saling beradu memperebutkan kawasan Timur Tengah. Kejayaan bangsa Asyur diganti oleh bangsa Babel (Babylonia), tahun 603SM. Di masa kejayaan Babel, Kerajaan Selatan Yehuda jatuh, Jerusalem dihancurkan (587SM), dan berlangsunglah masa pembuangan di Babel. Kerajaan Persia (538-332SM) merebut hegemoni Babel. Sebagian suku Jehuda dan Benyamin, kembali ke Judea. Namun sepuluh suku Israel lain, tidak pernah kembali sebagaimana dua suku itu. Beberapa raja Persia tersebut dalam Alkitab, yaitu Cyrius (Koresy, Yes45:1); Xerxes (Ahasyweros, Est1:1); Artexerxes (Artahsasta, Neh2:1) dan Darius (Dan6:1). Kejayaan Persia selama 3 abad di seluruh kawasan Timur Tengah, Timur Dekat, dan seputar Mediterania bagian timur melahirkan bahasa Aram sebagai ‘lingua franca’ dan memudahkan migrasi. Masa Persia berakhir ketika Aleksander Agung, dalam waktu relatif singkat menguasai kawasan Makedonia hingga India. Kawasan kekuasaan dinasti-dinasti Yunani (332-167SM) yang lebih luas dari Persia, semakin memudahkan migrasi. Suku-suku Israel meninggalkan Asyur, menuju ke timur, setelah itu tidak ada lagi berita, sehingga mereka dijuluki sebagai “Sepuluh Suku Israel Yang Hilang“ (The Ten Lost Tribes of Israel). sehingga bahasa Yunani menjadi ‘lingua franca’.

Khazar, Chazar (Rusia)
Kawasan yang dihuni orang-orang Khazar terletak di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, diapit Ukraina dan Kazakhstan. Bangsa Khazar berasal dari suku kuno Turki -Mongol (Hun, atau Hsiungnu) yang beralih memeluk Judaisme dan berhasil membentuk Khazaria, kerajaan kuat di masa Abad-7 M hingga Abad-10 M. Orang-orang Yahudi Ashkenazi (Eropa Timur) adalah keturunan orang Khazar. Keberadaan dan kemajuan orang-orang Khazar mengindikasikan akulturasi Yahudi Diaspora (yang melek huruf dan berteknologi) dengan suku Turki-Mongol yang buta huruf dan bergaya-hidup nomad.

Pathans/Pasthun (Afghanistan-Pakistan)
Pathans menganggap diri mereka sebagai anak-anak Israel, meskipun mereka beragama Islam. Bangsa Pathans memiliki kemiripan dengan kebiasaan Israel kuno. Bangsa Pathans kini tinggal di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Mereka disebut Afghans atau Pishtus menurut bahasanya. Di Afghanistan, jumlah mereka sekitar enam juta jiwa, dan di Pakistan sekitar tujuh hingga delapan juta jiwa dan dua juta jiwa lagi hidup seperti suku Baduy.
Bukti-bukti yang menarik adalah beberapa nama suku-suku yang sama dengan suku-suku Israel seperti suku Harabni yakni Reuben, suku shinwari adalah Shimeon, suku Levani - Lewi, suku Daftani - Naftali, suku Jaji - Gad, suku Ashuri - Asher, suku Yusuf Su, anak-anak Yusuf, suku Afridi - Ephraim, dan seterusnya. Pasthun atau Pathans mengaku mempunyai hubungan dengan Kerajaan Israel kuno dari suku Benjamin dan keluarga Saul. Menurut tradisi, Saul mempunyai seorang anak, bernama Jeremia yang memiliki anak bernama Afghana.
Menurut Injil 2 Raja-raja, Tawarikh 1 dan 2, sepuluh suku Israel dibuang ke Halah, Havor, sungai Gozan dan kota-kota Maday. Beberapa kemiripan Tradisi Pathans dengan Israel kuno: memiliki sunat untuk anak laki-laki pada hari kedelapan, Patrilineal (Garis Bapak), menggunakan Talith (Jubah Doa) Tsitsit, pernikahan (Hupah), kebiasaan wanita (pembasuhan di sungai), pernikahan dari pihak keluarga ibu atau bapak (Yibum), Sangat menghormati bapak, larangan memakan daging kuda dan unta, Shabbat dengan menyiapkan 12 roti Hallah, menghidupkan lilin pada saat Shabbat, hari Yom Kippur, menyembuhkan penyakit dengan bantuan kitab Mazmur (menempatkan kitab Mazmur dibawah kepada pasien, nama-nama Ibrani di desa-desa dan menyebut nama Musa, dan menggunakan symbol bintang Daud. Mereka hidup sebagai suku-suku yang terpencar dan memiliki hokum tradisi yakni Pashtunwali atau hukum Pasthun yang mirip dengan hukum Torah.
Pathans bertradisi pernikahan ipar, yang mengharuskan saudara laki-laki menikahi janda saudaranya yang meninggal tanpa keturunan, sama seperti Israel kuno (Ul 25:5-6). Pathans juga bertradisi mengorbankan kambing penebusan, sama seperti masa Israel kuno yang membebankan dosa seluruh bangsa pada domba yang diusir ke gurun dan disembelih (Im16).

Kashmir (India)
Di India bagian utara yakni Kashmir terdapat sekitar 5-7 juta jiwa. Terdapat nama Ibrani di lembah dan didesa-desa di Kashmir seperti Har Nevo, Beit Peor, Pisga, Heshubon. Kebanyakan peneliti berpendapat bahwa bangsa Kashmir keturunan sepuluh suku Israel yang hilang pada pembuangan pada 722 BCE. Penampilan fisik mereka berbeda dengan umumnya orang India. Tradisi mereka memang mengindikasikan perbedaan asal-usul. Orang Kashmir memiliki hari raya Pasca pada musim semi, saat dilakukan penyesuaian perbedaan penanggalan candra dan surya, dengan cara seperti yang dilakukan orang-orang Jahudi. Mereka memang menyebut diri sebagai Bene Israel, Anak-anak Israel. Orang Kashmiri menghormati Sabbath (beristirahat dari semua jenis kerja); menyunat bayi pada usia delapan bulan; tidak makan ikan yang tak bersisik dan bersirip, dan merayakan beberapa hari raya Jahudi lainnya, tetapi tidak yang berasal dari setelah kehancuran bait Allah pertama (seperti Hannukah).

Shin-lung atau Bene Menashe (di sekitar perbatasan India-Myanmar)

Di kawasan pegunungan di kedua sisi perbatasan India-Myanmar, bermukim sekitar 2 juta orang Shinlung. Mereka memiliki tradisi penyembelihan binatang korban seperti suku-suku Israel kuno pada umumnya, dan menyebut diri anak Menashe atau Bene Menashe. Kata Menashe banyak bermunculan dalam puisi dan doa (mereka menyeru “Oh God of Menashe”). Mereka memiliki tradisi cerita yang mengatakan bahwa mereka dibuang ke suatu tempat yang berada di sebelah barat tempat asal mereka, lalu bermigrasi ke timur dan mulai menjadi penggembala dan penyembah dewa. Migrasi mereka berlanjut ke timur, mencapai perbatasan Tibet-Cina, lalu mengikuti aliran Sungai Wei, hingga masuk dan bermukim di Cina Tengah sekitar tahun 230SM. Orang Cina menjadikan mereka sebagai budak, sehingga beberapa diantara mereka melarikan diri dan tinggal di gua-gua kawasan pegunungan Shinlung, dan hidup miskin selama dua generasi. Mereka juga disebut orang gua atau orang gunung dan tetap menyimpan kitab suci mereka. Akhirnya mereka mulai berasimilasi dengan orang Cina dan terpengaruh budaya Cina, hingga akhirnya mereka meninggalkan gua-gua pegunungan dan pergi ke barat, melalui Thailand, menuju Myanmar. Setelah itu mereka berkelana tanpa kitab suci, dan membangun tradisi lisan, hingga sampai di Sungai Mandaley, dan menuju Pegunungan Chin. Pada abad-18 sebagian dari mereka bermigrasi ke Manipur dan Mizoram, India Timurlaut.

Mereka sadar bahwa mereka bukan orang Cina meskipun menggunakan bahasa Cina dialek lokal, dan menyebut diri Lusi yang berarti Sepuluh Suku (”Lu” berarti suku, dan “si” berarti sepuluh). Tradisi Menashe antara lain adalah sunat (kini sudah ditinggalkan), upacara pemberkatan anak pada usia 8 hari, hari raya keagamaan yang mirip dengan hari raya keagamaan Jahudi, praktek pernikahan ipar demi kelangsungan nama marga, menyebut nama Tuhan sebagai “Y’wa”, dan memelihara puisi yang mirip dengan kisah penyeberangan Kitab Keluaran ketika bangsa Israel menyeberang Laut Merah. Di setiap kampung ada pendeta atau imam yang selalu bernama Harun (Aaron, saudara Musa dan Imam Pertama Jahudi) dengan pewarisan turun-temurun. Salah satu tugas mereka adalah mengawasi kampung, berdoa dan mempersembahkan korban, dengan jubah ber-‘breastplate’, ikatpinggang dan mahkota, dan selalu membuka doa dengan menyebut nama Menashe. Dalam kasus terdapat orang jatuh sakit, para imam dipanggil untuk memberkati pesakit dan mempersembahkan korban. Imam akan menyembelih domba atau kambing dan mengoleskan darahnya di telinga, punggung dan kaki pesakit sambil mengucapkan mantra yang mirip dengan Im14:14. Pada kasus penyakit khusus, diselenggarakan upacara khusus. Semacam upacara penebusan yang dilakukan dengan memotong sayap burung dan menebar bulunya ke udara. Pada kasus penyakit lepra, para imam menyembelih burung di lapangan terbuka. Untuk penebusan dosa, dilakukan pengorbanan domba di altar seperti dilakukan di Bait Allah (seperti disaksikan seorang penulis di hutan Myanmar sekitar tahun 1963-1964). Darah sembelihan ditorehkan di ujung altar, dagingnya dimakan. Yom Kippur dirayakan sebagai hari penebusan, sekali setahun seperti tradisi Jahudi. Kendaraan imam tidak boleh dibuat dari logam, namun dari tanah liat, kain, atau kayu. Melakukan praktek pemujaan berhala dan mempercayai klenik sehubungan dengan roh dan setan. Percaya reinkarnasi tapi percaya Tuhan di sorga akan membantu dalam kesusahan.

Ch’iang-min (Cina)

Orang-orang Ch’iang atau Ch’iang-min (sekitar 250 ribu orang, 1920) bermukim di Propinsi Sechuan, Cina bagian barat, di daerah pegunungan sebelah barat Sungai Min, dekat perbatasan Tibet [Thomas Torrance “The History, Customs and Religion of the Ch’iang People of West China” (1920) dan “China’s First Missionaries: Ancient Israelites” (1937)]. Mereka menganggap diri sebagai imigran dari barat yang datang ke tempat tersebut setelah berjalan selama tiga tahun tiga bulan. Orang Cina menganggap mereka sebagai barbar, dan mereka menilai orang Cina sebagai penyembah berhala (Ch’iang-min percaya hanya pada satu tuhan dan menyebutnya ‘Yawei’ ketika berada dalam kesulitan). Ch’iang-min mempraktekkan persembahan korban yang dilakukan imam, jabatan yang hanya bisa dijabat oleh pria yang sudah menikah (Im 21:7,13) dan diwariskan turun-temurun. Para imam mengenakan jubah putih bersih dan bersurban khusus. Mezbah dibuat dari batu yang tidak dipotong dengan alat logam (Kel20:25), dan tidak boleh didekati oleh orang asing dan “cacat” (Im21:17-23). Para imam Ch’iang-min menggunakan tali pengikat jubah, dan sebatang tongkat berbentuk seperti ular (kisah Musa di gurun). Setelah berdoa, para imam membakar bagian dalam dan daging korban sembelihan, dan mengambil bagian pundak, dada, kaki dan kulit, sementara dagingnya dibagikan kepada pemberi persembahan. Saat persembahan, mereka mengibarkan 12 bendera di sekitar altar untuk menjaga tradisi bahwa mereka berasal dari satu bapak yang memiliki 12 anak. (Mereka bertradisi sebagai keturunan Abraham dan berleluhur seorang bapak dengan 12 anak). Di antara orang Ch’iang, terdapat tradisi mengoleskan darah pada ambang pintu demi keselamatan dan keamanan rumah, pernikahan ipar, tudung kepala bagi wanita, memberi nama anak pada usia 7 hari hingga menjelang malam ke-40.

Joshua Shekina

Shalom

Comment by Shekina, Joshua December 4, 2007 @ 9:18 am

Shalom semuanya,

saya mau beritahu kepada anda semua, termasuk pemilik situs ini, anda menghapus pesan saya kepada teman-teman lainnya sebelumnya untuk sekedar mengingatkan agar jangan terjebak oleh omongan-omongan si NINOI PALILINGAN alias YAKOV BARUCH atau Eliezer dengan banyak nama samaran.

Biar anda tahu semua, bahwa foto-foto synagogue di Manado itu dari foto synagogue di Singapura, bukan di Manado. di Manado tidak ada sinagogue, Bohong. Jadi, kalau anda menghapus pesan saya berarti anda mendukung PENIPUAN yang dilakukan oleh Saudara NINOI PALILINGAN….yang memakai nama samaran yahudi dengan gelar Rabbi.

Ingat saya sudah ingatkan semua saudara-saudara dan teman-teman sekalian….

Comment by SHEKINA, JOSHUA December 8, 2007 @ 2:37 pm

Saya rasa kita semua perlu cermat juga, dan berhati-hati. Namun sebaiknya kita juga waspada. Itulah fungsi hidup sesama manusia. fungsinya adalah, kita sebagai manusia harus saling mengingatkan agar jangan jadi korban dari suatu oknum atau orang yang tidak bertanggungjawab..

Thanks

Comment by Angga Wijaya December 8, 2007 @ 2:48 pm

Shalom kepada pemilik situs ini

dari tadi saya perhatikan, saudara pemilik situs ini malah menghapus pesan-pesan saya kepada teman-teman agar jangan terjebak oleh tipuan si Ninoi Palilingan. Berarti anda ini sudah membantunya ya…

saya mau ingatkan sekali lagi, kalau anda memang tidak mau menaruh isi pesan saya sebelumnya kepada teman-teman lainnya, sehingga kena TIPU oleh rayuan atau jebakan Si NINOI PALILINGAN alias YAKOV BARUCH atau ELIEZER, maka anda sendiri yang bertanggungjawab kepada teman-teman.
Saya dapat informasi soal NINOI PALILINGAN dari teman-teman saya (PERSEKUTUAN). Jadi kalau sebentar-bentar anda taruh pesan saya, nanti pesan saya dihapus lagi…Anda plin-plan dan memang mau membantu sininoi palilingan ya.

Sudah tiga kali saya ingatkan saudara pemilik situs ini ya, biar dulu yang lain kena tipu seperti SI ARMEN dan Kelompok Mesianik di Belanda, BETH YESHUA HAMASHICH…

Comment by SHEKINA, JOSHUA December 8, 2007 @ 3:01 pm

Shalom kepada pemilik situs ini

dari tadi saya perhatikan, saudara pemilik situs ini malah menghapus pesan-pesan saya kepada teman-teman agar jangan terjebak oleh tipuan si Ninoi Palilingan. Berarti anda ini sudah membantunya ya…

saya mau ingatkan sekali lagi, kalau anda memang tidak mau menaruh isi pesan saya sebelumnya kepada teman-teman lainnya, sehingga kena TIPU oleh rayuan atau jebakan Si NINOI PALILINGAN alias YAKOV BARUCH atau ELIEZER, maka anda sendiri yang bertanggungjawab kepada teman-teman.
Saya dapat informasi soal NINOI PALILINGAN dari teman-teman saya (PERSEKUTUAN). Jadi kalau sebentar-bentar anda taruh pesan saya, nanti pesan saya dihapus lagi…Anda plin-plan dan memang mau membantu sininoi palilingan ya.

Sudah tiga kali saya ingatkan saudara pemilik situs ini ya, biar dulu yang lain kena tipu seperti SI ARMEN dan Kelompok Mesianik di Belanda, BETH YESHUA HAMASHICH…

Joshua Shekina

Comment by SJ December 8, 2007 @ 3:07 pm

ANDA, PEMILIKI SITUS INI TELAH MEMBLOK EMAIL SAYA, AGAR KEBENARAN TIDAK TERUNGKAP

Comment by SJ December 8, 2007 @ 3:09 pm

B”H

Shalom Alechem

apa Synagogue di Singapore? apa anda mimpi shekina joshua? ayo datang ke Manado, saya antar anda ke Synagogue saya, dan semoga anda sadar atas dusta dan fitnah anda, ingat HASHEM maha kuasa, kalo anda jujur akan diberkati, tapi kalo anda berdusta pasti akan dikutuk, sebab HASHEM sangat membenci segala kebohongan, termasuk didlm LUCHOT HABRIT (10 Perintah) agar JANGAN BERSAKSI DUSTA !!!!!

Berani terima tantangan saya untuk dtg ke Synagogue?
silahkan liat http://www.friendster.com/synagogue untuk melihat Synagogue kami disini yg nyata

Regards

R.Yaakov Baruch

Beth HaShem Synagogue
President

Comment by Yaakov Baruch December 12, 2007 @ 11:59 am

B”H

Shalom Alechem

Saya sudah ke tempat group Mesiank di Menado dan bertemu ketuanya Yobby Hattie, katanya dia tidak kenal anda dan mau mengadu domba kami semua yg sejak awal saling menjaga hubungan baik disini, jadi saya yahkin anda hanya pengacau dan pendusta yg iri atau sirik dengan keberadaan SYNAGOGUE kami yg sudah mendunia dan diakui keberadaannya oleh seluruh Jewish Community diseluruh Dunia termasuk di Israel, jadi sebelum para pembaca termakan dengan dusta dan fitnah orang / kaum yg sirik ini, silahkan hubungi saya dan dengan senang hati saya akan antar mengunjungi SYNAGOGUE BETH HASHEM yg ada di Sulawesi Utara, dibagian timur Indonesia

Hatzlacha

Regards

R.Yaakov Baruch

Moshiach Now!

ps: Mudah2an nama anda benar2 SHEKINA JOSHUA, kalau bukan berarti anda memang seorang pendusta yg suka menyebar fitnah

Comment by Yaakov Baruch December 12, 2007 @ 12:07 pm

Shalom Alaychem

I dont know what happen with my first comment about your lies shekinah, it was erased or what? but i already said that i knew Yaakov’s Family, her grandmother is my best friend, we came from Dutch Jewish Backround, i already warning you shekinah to stop all your lies in this forum, lot of Jews from Europe, USA include Eretz Yisrael was visit the Synagogue in Manado, Israeli TV and lot of western journalist, so there is a lot of news about Beth HaShem Synagogue news in internet, Yaakov always join in our Jewish Festivals services in Surabaya Synagogue with Rabbi from NY, Europe. Yaakov have honour to hold the Torah Scroll in Shemini Atzeret and Simcha Torah, cause he is Jew and always will be a Jew since his anchestor also a Jew, do you have a problem if our Community accepted him well include Orthodox Rabbi from over the World? so stop to make lies about him shekinah, God is powefull, He will curse every liar and our enemy!

Warm Regards

Mrs Miriam Elias

EL AL Israeli Airlines respresentative in Indonesia
Member of Indonesian Jewish Community

Comment by Mrs Miriam Elias December 12, 2007 @ 12:20 pm

NB:

I think you just jellous to Yaakov shekinah, otherwise Messianic is not recoqnise by Jewish religion, is just a confusing group between Christian and Jewish, Jews never make that, Messianic was build by a gentile who want make Jews convert to Christian with fake jewish religion, so you and your “Messianic” friends just jellous for what Yaakov have with his Synagogue and he can accepted by our Community, if you a religious man you will no make lies or tell bad about another people, about the money 200 Jt i knew that, he never receive in cash, cause by that money he can have the Synagogue building, the Company was came from Netherland and build the Synagogue for Jewish Community in Manado, i knew them cause i was met a few of them, and yes they are Jews, so i can guarantee that you a big LIAR. becarefull to this man!!!

Comment by Mrs Miriam Elias December 12, 2007 @ 12:36 pm

Haskalah mengadakan (Pelajaran) Kursus Bahasa Ibrani (Hebrew)

Shalom Aleikhem

Haskalah mengadakan (Pelajaran) Kursus Bahasa Ibrani Alkitab dan
Ibrani Modern (Basic/Dasar).

Belajar bahasa Ibrani Alkitab dan Modern dari dasar (Basic), yakni mengenal huruf Ibra